Jakarta (Lensagram) — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya mengumumkan kabar menggembirakan. Angka pengangguran terbuka di Jakarta kembali turun signifikan tahun ini. Meski begitu, Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Pramono, mengungkapkan bahwa penurunan tersebut tidak terjadi begitu saja. Ia menyebut ada langkah strategis yang selama ini jarang diketahui publik.
Pramono menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil menekan angka pengangguran melalui program job fair yang digelar 14 kali berturut-turut sepanjang tahun 2025. Menurutnya, program tersebut bukan hanya rutin diadakan, tetapi juga didesain lebih efektif untuk menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan yang benar-benar membutuhkan tenaga baru.
“Banyak yang belum tahu bahwa kami melakukan kurasi ketat terhadap perusahaan yang ikut job fair. Tujuannya agar peluang kerja yang ditawarkan benar-benar relevan dan dapat langsung diakses peserta,” ujar Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta.
Baca Juga : Pramono Tegas! 673 Kepsek Dipanggil: ‘Tidak Ada Lagi Bullying di Sekolah Jakarta!
Selain itu, Pramono menambahkan bahwa pemerintah menyediakan layanan pendampingan, mulai dari penyusunan CV, pelatihan wawancara, hingga bimbingan karier. Dengan cara ini, pencari kerja bisa masuk ke pasar tenaga kerja dengan lebih percaya diri.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa strategi ini terbukti berhasil. Data terbaru menunjukkan peningkatan jumlah penempatan kerja hingga puluhan ribu orang hanya dalam beberapa bulan terakhir. Tidak hanya itu, tingkat partisipasi perusahaan juga meningkat, karena mereka melihat ajang job fair sebagai sarana rekrutmen yang cepat dan efisien.
“Jika kita konsisten, angka pengangguran Jakarta bisa terus turun. Yang penting, pemerintah dan dunia usaha tetap bekerja sama secara berkelanjutan,” kata Pramono.
Dengan adanya pencapaian ini, Pemprov DKI berencana memperluas cakupan job fair ke wilayah kecamatan agar lebih banyak warga bisa merasakan manfaatnya. Program digital job fair juga akan disiapkan untuk memudahkan warga yang tidak bisa hadir secara langsung.
Penurunan angka pengangguran ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian Jakarta. Selain membuka peluang baru bagi masyarakat, program ini menunjukkan bagaimana kolaborasi dan inovasi kebijakan dapat memberikan hasil nyata.
Baca Juga : Pelaku Ledakan SMAN 72 Belum Bisa Diperiksa Karena Kondisi Misterius!
![]()











