BencanaAlamJakarta (Lensagram) – Politisi sekaligus pemerhati lingkungan, Dedi Mulyadi, kembali mengingatkan masyarakat Jawa Barat terkait potensi bahaya Sesar Lembang. Menurutnya, ancaman ini bukan lagi sekadar teori, melainkan sudah lama diprediksi para ahli dan kini semakin nyata terlihat.
Dedi menegaskan bahwa Sesar Lembang yang membentang di utara Kota Bandung memiliki potensi gempa yang besar. Ia mengajak masyarakat agar tidak lagi menganggap remeh peringatan para ahli geologi.
“Ini bukan isu baru, para peneliti sudah sejak lama memprediksi pergerakan Sesar Lembang. Sekarang tinggal bagaimana kita siap-siap menghadapi kemungkinan terburuk,” ujar Dedi dalam keterangannya, Sabtu (23/8/2025).
Baca Juga :Gemparkan Publik Kena OTT KPK, Tapi Istana Masih Puji Kinerja Wamenaker?!
Sesar Lembang dan Potensi Gempa Besar
Sesar Lembang diketahui memiliki panjang sekitar 29 kilometer dan berpotensi memicu gempa dengan kekuatan yang cukup merusak. Sejumlah penelitian bahkan menyebut bahwa aktivitas sesar ini semakin aktif dalam beberapa tahun terakhir.
Dedi menambahkan, masyarakat tidak boleh panik, tetapi harus lebih waspada. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memperkuat mitigasi bencana, termasuk dengan edukasi publik, pembangunan infrastruktur tahan gempa, serta sistem peringatan dini.
Pentingnya Mitigasi dan Edukasi
“Kalau kita hanya menunggu tanpa persiapan, tentu dampaknya akan lebih besar. Mitigasi harus dilakukan dari sekarang, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat,” tegas Dedi.
Ia juga menekankan perlunya peran aktif warga dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, banyak faktor yang dapat memperparah dampak gempa, seperti pembangunan tidak terkendali dan minimnya pengetahuan tentang evakuasi darurat.
Ajakan untuk Warga Jawa Barat
Dedi menutup pesannya dengan ajakan agar warga Jawa Barat, khususnya Bandung dan sekitarnya, lebih peduli terhadap informasi kebencanaan. Dengan kesiapan bersama, kata dia, ancaman Sesar Lembang bisa dihadapi dengan lebih baik.
“Ramalan para ahli itu sekarang sudah di depan mata. Jangan tunggu bencana datang baru kita menyesal,” pungkasnya.
Baca Juga : Jakarta Bakal Punya Satu Voucher untuk Semua Transportasi Publik? Begini Wacananya