Jakarta (Lensagram) – Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalihkan bantuan pendidikan menjadi program beasiswa berdampak besar pada sekolah swasta. Akibat kebijakan ini, anggaran sekolah swasta di Jabar turun drastis, dari sebelumnya sekitar Rp 600 miliar menjadi Rp 218 miliar.
Penurunan anggaran tersebut membuat banyak pengelola sekolah swasta merasa khawatir. Pasalnya, selama ini bantuan pendidikan digunakan untuk menopang biaya operasional sekolah, termasuk pembayaran guru, perawatan fasilitas, dan kegiatan belajar mengajar.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjelaskan bahwa pengalihan bantuan menjadi beasiswa bertujuan agar bantuan lebih tepat sasaran, khususnya kepada siswa dari keluarga kurang mampu. Dengan skema baru ini, dana langsung diberikan kepada peserta didik, bukan lagi ke lembaga sekolah.
Namun demikian, sejumlah pihak menilai kebijakan ini memiliki konsekuensi serius. Sekolah swasta kehilangan ratusan miliar rupiah yang sebelumnya menjadi penopang utama keberlangsungan operasional mereka. Akibatnya, beberapa sekolah terpaksa melakukan penyesuaian anggaran.
Selain itu, pengelola sekolah swasta meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka berharap ada skema pendamping agar sekolah tetap bisa berjalan optimal tanpa mengorbankan kualitas pendidikan.
Di sisi lain, pengamat pendidikan menyebut kebijakan ini perlu diiringi mekanisme pengawasan yang jelas. Dengan begitu, beasiswa benar-benar sampai kepada siswa yang membutuhkan, sekaligus tidak melemahkan peran sekolah swasta dalam sistem pendidikan.
Ke depan, pemerintah daerah diharapkan dapat menyeimbangkan kebijakan bantuan pendidikan dan keberlanjutan sekolah swasta, mengingat peran penting sekolah swasta dalam menampung jutaan siswa di Jawa Barat.
Baca Juga : SPBU Kehabisan BBM! Shell Sampai Memohon Rekomendasi Impor
![]()











