Jakarta, (Lensagram) – Aksi unjuk rasa buruh yang semula berlangsung di kawasan pusat Jakarta mendadak bergeser ke Gedung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Perubahan lokasi ini bukan tanpa alasan. Massa buruh secara terbuka menyampaikan kritik terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) yang dinilai mengambil langkah kontroversial.
Sejak pagi hari, ribuan buruh dari berbagai serikat memadati area sekitar Kemenaker. Mereka membawa spanduk dan poster berisi tuntutan, sekaligus menyuarakan kekecewaan terhadap pertemuan Wamenaker dengan KDM yang belakangan menjadi sorotan publik.
Pertemuan Wamenaker Dipertanyakan Buruh
Menurut perwakilan serikat buruh, pertemuan tersebut dinilai tidak transparan dan tidak melibatkan perwakilan pekerja. Oleh karena itu, buruh merasa aspirasinya kembali diabaikan.
“Seharusnya pemerintah berdialog langsung dengan buruh, bukan justru bertemu pihak lain tanpa penjelasan terbuka,” ujar salah satu koordinator aksi di lokasi.
Selain itu, buruh menilai pertemuan tersebut berpotensi berdampak pada kebijakan ketenagakerjaan, khususnya yang menyangkut upah, status kerja, dan perlindungan tenaga kerja.
Aksi Berlangsung Tertib dan Kondusif
Meski berlangsung dalam jumlah besar, aksi buruh tetap berjalan tertib dan damai. Aparat kepolisian terlihat berjaga di sekitar Gedung Kemenaker untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Sementara itu, pihak Kemenaker menyatakan siap menampung aspirasi buruh. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Wamenaker terkait kritik atas pertemuan yang dipersoalkan tersebut.
Buruh Minta Dialog Terbuka
Melalui aksi ini, buruh berharap pemerintah segera membuka dialog terbuka dan inklusif. Mereka menegaskan akan terus mengawal kebijakan ketenagakerjaan agar berpihak pada pekerja.
Jika tidak ada kejelasan dalam waktu dekat, buruh mengisyaratkan kemungkinan aksi lanjutan di sejumlah daerah.
Baca Juga : BMKG Beri Peringatan! Wilayah Ini Berpotensi Dilanda Hujan Lebat dan Angin Kencang
![]()











