Jakarta (Lensagram) – Di tengah penonaktifan ribuan peserta PBI-JK, Pemerintah Kota Palopo memastikan layanan kesehatan tetap berjalan. Program UHC Prioritas disebut menjadi solusi cepat bagi warga yang terdampak. Lalu, benarkah program ini mampu menyelamatkan ribuan masyarakat?
9.206 Peserta PBI-JK Dinonaktifkan
Sebanyak 9.206 peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) di Palopo dilaporkan dinonaktifkan. Kebijakan ini terjadi setelah pembaruan data kepesertaan secara nasional. Akibatnya, banyak warga khawatir tidak lagi bisa mengakses layanan kesehatan.
Namun demikian, pemerintah daerah bergerak cepat. Mereka memastikan masyarakat tetap mendapat jaminan layanan melalui skema Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.
UHC Prioritas Jadi Solusi Cepat
Melalui koordinasi dengan BPJS Kesehatan, Pemkot Palopo mengaktifkan skema UHC Prioritas. Dengan program ini, warga tetap bisa berobat hanya dengan menunjukkan KTP.
Selain itu, sistem ini memungkinkan proses aktivasi dilakukan lebih cepat. Karena itu, warga yang sebelumnya dinonaktifkan tidak perlu menunggu lama untuk kembali mendapatkan layanan.
Pemerintah Kota Palopo menegaskan bahwa tidak ada masyarakat yang ditolak saat membutuhkan perawatan medis. Selama data kependudukan valid, layanan tetap diberikan sesuai prosedur yang berlaku.
Bagaimana Mekanismenya?
Secara teknis, UHC Prioritas bekerja dengan skema penjaminan daerah. Artinya, pemerintah kota menanggung iuran peserta yang memenuhi syarat. Dengan demikian, status kepesertaan bisa segera aktif kembali saat warga membutuhkan layanan kesehatan.
Meski begitu, warga tetap diminta memastikan data kependudukan mereka sudah sinkron. Sebab, ketidaksesuaian data sering menjadi penyebab utama penonaktifan.
Benarkah Jadi Penyelamat?
Di satu sisi, penonaktifan massal memang menimbulkan keresahan. Akan tetapi, kehadiran UHC Prioritas memberi kepastian layanan kesehatan tetap tersedia. Program ini juga mempertegas komitmen Palopo dalam mencapai cakupan kesehatan semesta.
Ke depan, pemerintah daerah berjanji akan terus memperbarui data dan memperkuat koordinasi dengan BPJS Kesehatan. Tujuannya jelas, agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan kepanikan di masyarakat.
Dengan langkah cepat tersebut, UHC Prioritas kini dinilai menjadi “penyelamat” bagi ribuan warga Palopo. Meski demikian, transparansi data dan sosialisasi tetap menjadi kunci agar layanan berjalan optimal.
Baca Juga : Pimpin DPD ORASKI SB Lampung, Julian Fajri Fokus Perkuat Advokasi Driver Online
![]()












