Jakarta (Lensagram) — Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi, mengumumkan sebuah gagasan besar yang siap merevolusi tampilan gerbang tol di seluruh provinsi. Sejak Kamis malam (13 November 2025), ide ini mulai disosialisasikan melalui rapat koordinasi di Karawang.
Ide Besar dan Motivasi
Bagi Dedi, gerbang tol bukan sekadar pintu masuk wilayah—melainkan wujud identitas. “Gerbang tol adalah pintu masuk ke wilayah Jawa Barat. Desainnya harus mencerminkan budaya dan identitas daerah,” tegasnya.
Dengan kata lain, ia ingin agar saat seseorang memasuki Jawa Barat melalui tol, mereka langsung merasakan “rasa” khas daerah ini.
Apa yang Akan Diubah?
Mulai tahun 2027, seluruh gerbang tol di Jawa Barat akan memakai arsitektur khas Jawa Barat — mulai dari atap, ornamen, hingga penataan ruang sekitarnya.
Langkah ini tidak hanya soal estetika, tetapi juga bagaimana budaya lokal ditampilkan dalam infrastruktur modern.
Baca Juga : Korban Ledakan SMAN 72 Dapat Perhatian Khusus, Ini yang Akan Diberikan Kemenkes!
Kenapa Sekarang?
Ada dua alasan utama:
Identitas daerah — Agar Jawa Barat punya “wajah” yang konsisten dan mudah dikenali.
Layanan publik — Dedi menganggap pengguna tol “berhak mendapat layanan yang baik”. Desain yang menarik, selain estetis, diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kebanggaan pengguna.
Tantangan yang Mungkin Muncul
Tentu saja, proyek skala besar ini tak lepas dari tantangan: pembiayaan, koordinasi antarinstansi, dan pembebasan lahan mungkin menjadi hambatan. Ditambah lagi, konsep “budaya lokal” dalam arsitektur harus diintegrasikan dengan standar keselamatan dan fungsionalitas tol.
Meski belum dikritik khusus untuk proyek ini, sebelumnya gagasan Dedi untuk tol baru sempat mendapat perhatian pakar transportasi.
Apa Maknanya bagi Warga dan Pengguna Tol?
Jika Anda pengguna tol di Jawa Barat: bersiaplah melihat gerbang tol dengan tampilan lebih mencerminkan budaya Sunda atau daerah setempat.
Jika Anda pengamat budaya atau arsitektur: proyek ini menjadi menarik untuk dilihat dari sisi bagaimana tradisi dan modernitas berpadu.
Jika Anda anggota masyarakat umum: perhatikan bagaimana wajah infrastruktur sehari-hari bisa berubah—tidak sekadar teknologi atau jalan, namun juga estetika budaya.
Kesimpulan
Proyek ini merupakan langkah strategis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi untuk mengintegrasikan identitas budaya ke dalam infrastruktur. Jika berhasil, gerbang tol di Jabar tidak hanya jadi pelintas kendaraan, tetapi juga pintu gerbang budaya.
Baca Juga : Terungkap! Rahasia di Balik Beban Berat BPJS Kesehatan yang Tak Pernah Reda Sejak 2014!
![]()











