Jakarta (Lensagram) – Fenomena anak-anak di Jakarta yang lebih memilih bekerja daripada bersekolah kini menjadi sorotan publik. Kondisi ini membuat orang tua, pemerintah, dan pemerhati pendidikan merasa khawatir.
Laporan terbaru menunjukkan banyak anak di Ibu Kota meninggalkan bangku sekolah karena faktor ekonomi keluarga. Mereka memilih bekerja sebagai pekerja lepas, pedagang kecil, hingga buruh harian demi membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Pemerhati pendidikan menilai fenomena ini sebagai sinyal darurat. Mereka menegaskan bahwa setiap anak harus mendapatkan akses pendidikan yang layak agar masa depan tidak terputus. Namun, banyak keluarga masih mengandalkan penghasilan tambahan dari anak-anak mereka untuk bertahan hidup.
Baca Juga : 50.000 Rumah Subsidi Siap Dibangun! Tapi Ada Syarat yang Bikin Kaget Pekerja
Seorang warga Jakarta Timur bercerita bahwa ia mengizinkan anaknya bekerja setelah suaminya kehilangan pekerjaan. “Kami butuh biaya hidup sehari-hari. Sekolah memang penting, tetapi kondisi ekonomi jauh lebih mendesak,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta terus mendorong program beasiswa dan sekolah gratis agar anak-anak tetap bisa melanjutkan pendidikan. Pemerintah juga meningkatkan pengawasan kasus anak putus sekolah dengan melibatkan RT, RW, dan pihak kelurahan.
Fenomena ini memicu perdebatan di media sosial. Sebagian warganet menilai anak-anak tidak seharusnya dibebani pekerjaan. Namun, sebagian lain memahami kondisi keluarga miskin yang kesulitan bertahan hidup di tengah tingginya biaya hidup Jakarta.
Pakar sosial menekankan pentingnya peran orang tua dan pemerintah dalam menciptakan solusi berkelanjutan. Pendidikan harus menjadi prioritas untuk memutus rantai kemiskinan. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat bantuan sosial, menciptakan lapangan kerja untuk orang tua, dan meningkatkan kualitas sekolah gratis.
Jika fenomena ini terus berlanjut, kualitas sumber daya manusia di masa depan terancam menurun. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha menjadi langkah penting agar anak-anak Jakarta kembali ke sekolah dan memperoleh pendidikan yang layak.
Baca Juga : Banyak Gagal Jadi Damkar DKI Gara-Gara Tinggi Badan, Ternyata Segini Standar Resminya!