Jakarta (Lensagram) — Gunungkidul kembali menjadi sorotan. Pasalnya, sekitar 500 warga setiap hari mengajukan reaktivasi BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Angka ini terbilang tinggi dan menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan jaminan kesehatan.
Menurut data pemerintah daerah, reaktivasi BPJS PBI tersebut didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat kurang mampu tetap mendapatkan akses layanan kesehatan.
Selanjutnya, lonjakan pengajuan reaktivasi ini terjadi karena banyak warga sebelumnya dinonaktifkan kepesertaan BPJS-nya. Kondisi ekonomi yang belum stabil membuat masyarakat kesulitan membayar iuran mandiri, sehingga bergantung pada skema bantuan dari pemerintah daerah.
Selain itu, pemerintah Kabupaten Gunungkidul menjelaskan bahwa proses reaktivasi terus dipermudah. Warga cukup melengkapi persyaratan administrasi agar kepesertaan BPJS PBI dapat kembali aktif. Dengan langkah ini, pemerintah berharap tidak ada warga yang terkendala biaya saat membutuhkan layanan medis.
Namun demikian, tingginya angka reaktivasi juga menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah daerah harus mengelola APBD secara cermat agar pembiayaan BPJS PBI tetap berkelanjutan. Oleh karena itu, koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan untuk mencari solusi jangka panjang.
Sebagai penutup, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika kepesertaan BPJS mereka tidak aktif. Dengan begitu, layanan kesehatan dapat diakses tanpa hambatan, dan program jaminan kesehatan tetap berjalan optimal di Gunungkidul.
Baca Juga : Denda BPJS Kelas 3 Mau Dihapus? Gus Ipul Buka Suara, Ternyata Masih Ada Proses Ini!
![]()












